DutaRakyat.Id, Ambon— Pengurus BPD HIPMI Bidang 11, Alwi Kotarumalos, mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan hilirisasi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Desakan ini menyusul terbitnya surat resmi Kementerian Dalam Negeri Nomor 500.1/7552/SJ tanggal 22 Oktober 2025, yang telah mengusulkan program tersebut kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk dibahas dalam pemutakhiran RKP 2026.
Surat Kemendagri menegaskan bahwa Gubernur Maluku bertindak sebagai pemrakarsa usulan PSN hilirisasi sagu, lengkap dengan dokumen daftar PSN, matriks kesesuaian PSN 2025–2029, serta formulir pengajuan.
Status administratif tersebut menandakan bahwa hilirisasi sagu telah masuk dalam prioritas percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Menurut Alwi, tahapan tersebut menjadi peluang historis bagi Maluku untuk menempatkan diri sebagai pusat industri pangan lokal berbasis sagu di Indonesia.

“Momentum ini harus dimanfaatkan. Jika hilirisasi sagu masuk ke PSN, Maluku akan memiliki industri bernilai tambah tinggi, membuka ribuan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Alwi di Ambon.
Maluku tercatat sebagai salah satu wilayah dengan potensi sagu terbesar di dunia. Data pemetaan pangan lokal menunjukkan:
- Luas lahan sagu Maluku lebih dari 36.000 hektare
- Produktivitas 20–40 ton pati kering per hektare, lebih tinggi daripada sebagian besar komoditas pangan lain
- Kontribusi lebih dari 50% terhadap total produksi sagu nasional
- Produk hilir bernilai tinggi meliputi tepung sagu premium, mi sagu, sagu instan, pakan ternak, hingga bio-material
- Nilai ekonomi hilirisasi sagu diperkirakan mencapai Rp 5–7 triliun per tahun apabila ekosistem industrinya berjalan optimal
Alwi menilai bahwa hilirisasi sagu membawa manfaat strategis ganda: ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi daerah yang selama ini masih didominasi komoditas mentah.
Sebagai bagian dari kalangan pengusaha muda, ia menegaskan bahwa penetapan PSN akan mempercepat masuknya investor, pembangunan pabrik pengolahan, dan penyediaan infrastruktur pendukung di kawasan Seram Bagian Timur.
“HIPMI siap mengawal proses ini. Hilirisasi sagu bukan hanya agenda pemerintah, tetapi masa depan ekonomi dan identitas pangan Maluku. Kami berharap Bappenas segera menyetujui usulan Kemendagri ini,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan pelaku usaha, proyek hilirisasi sagu diharapkan menjadi penggerak transformasi ekonomi wilayah timur Indonesia.***







































