DutaRakyat.id,Jakarta_Dua kontraktor besar di Maluku, Hong Arta alias Afred dan So Kok Seng alias Aseng didemo di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jum’at (7/11/2025).
Dua mantan narapidana korupsi di Maluku ini didemo sejumlah mahasiswa terkait dugaan atur lelang proyek di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Maluku.
Dari sejumlah foto dan video yang beredar di grup WhatsApp, terlihat massa aksi menggelar demo dengan membawakan spanduk serta poster yang menempel wajah Alfred dan Aseng menggenakan rompi orange dalam kondisi tangan terborgol.
Diketahui, Alfred dan Aseng sempat di tahan KPK dan di hukum terbukti oleh Pengadilan atas kasus suap proyek jalan di Maluku yang merupakan program aspirasi Komisi V DPR RI lewat Kementrian Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2016 lalu.
Bebas dari hukuman, keduanya kembali menghirup udara bebas sambil mengerjakan beragam proyek bernilai Jumbo di Maluku.

Bukan hanya kerja proyek, Bos PT. Cahaya Mas Perkasa (AsengP) dan Bos PT Sharleen Jaya (Alfred) ini diduga ikut mengintervensi jalannya proses lelang di BP2JK Maluku.
Pendemo menilai, dua mantan narapidana (Napi) korupsi ini diduga berkerjasama dengan Kepala BP2JK saat ini, dalam mengatur proses lelang. Pokja BP2JK juga disebut mereka ikut terlibat dalam permainan jahat mereka.
Dari poster berlatar putih yang dipegang pendemo, bertuliskan mendesak KPK Usut Tuntas serta seret kembali Residivis Korupsi Jhon Alfred dan Aseng.
“Mendesak KPK usut tuntas dan bongkar dugaan pengaturan proyek APBN di Balai BP2JK Maluku yang melibatkan Jhon Alfred dan Aseng”, tegas masa pendemo dalam tuntutan mereka. Aksi mereka di kawal ketat aparat kepolisian.
Mereka juga mendesak KPK bongkar praktik korupsi di Maluku serta dugaan gratifikasi yang melibatkan Balai BP2JK dan Pokja.
“Untuk Indonesia dan Maluku yang bersih dari praktik-praktik korupsi, KPK harus bertindak tegas. Tangkap dan penjarakan mereka”, teriak pendemo. (Borqan_DR)










































