DutaRakyat.id,Ambon_Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Maluku.
Kedatangan Kapolda beserta jajarannya disambut hangat oleh Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Maluku, Marsekal Pertama TNI Paskhas Drs. R. Harys Soeryo Mahendra, M.M, dan jajaran.
Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergitas dan koordinasi strategis antar lembaga intelijen dan aparat penegak hukum dalam mendukung stabilitas keamanan serta ketertiban di wilayah Provinsi Maluku.
Kabinda Maluku, Marsma TNI R. Harys Soeryo Mahendra mengapresiasi kunjungan Kapolda Maluku beserta jajaran. Ia menyebut, kehadiran Kapolda merupakan kehormatan sekaligus momentum penting untuk mempererat kerja sama antar instansi.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kami menerima kunjungan silaturahmi Bapak Kapolda Maluku bersama jajaran. Kehadiran Bapak memberikan semangat dan dorongan moril bagi kami di Binda Maluku. Harapan kami, hubungan baik antara Binda dan Polda Maluku yang terjalin selama ini dapat terus berlanjut dan semakin kokoh”, ucapnya.

Kabinda menjelaskan pihaknya merupakan lembaga yang terdiri dari personel gabungan lintas instansi baik TNI, Polri, maupun ASN yang bekerja dalam satu kesatuan misi intelijen negara.
Sejumlah isu strategis dan dinamika keamanan yang menjadi perhatian, termasuk potensi kerawanan sosial serta fenomena yang memerlukan penanganan bersama secara sinergis, juga dipaparkan Kabinda Maluku.
Sementara, Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini antara Polda Maluku dan Binda Maluku.
“Terima kasih kepada Bapak Kabinda dan seluruh jajaran atas sambutan hangat yang diberikan. Silaturahmi ini merupakan wujud sinergitas yang terus kami bangun bersama Binda Maluku dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara”, ungkapnya, Rabu (29/10/25).
Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi (3K) antara seluruh unsur keamanan dan pemerintahan daerah dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang terjadi di Maluku.
Menurutnya, situasi kamtibmas di Maluku sejauh ini relatif aman dan kondusif, namun tetap membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama lintas sektor untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Kita tidak boleh terlena dengan kondisi yang terlihat aman. Dinamika sosial itu cepat berubah, dan tindak pidana berbasis kekerasan masih menjadi tantangan utama di wilayah ini. Untuk itu, kolaborasi dan sinergitas antara Polda dan Binda harus terus diperkuat”, tegasnya.
Kapolda juga menyoroti pentingnya menghapus budaya kekerasan di Maluku dengan pendekatan edukatif, humanis, serta penguatan kesadaran hukum masyarakat.
Ia mengaku komunikasi efektif antar lembaga intelijen menjadi faktor kunci dalam mengantisipasi berbagai potensi konflik dan masalah sosial yang dapat berkembang menjadi polemik lebih luas.
Pertemuan silaturahmi ini menjadi komitmen bersama antara Polda Maluku dan Binda Maluku utuk mewujudkan Maluku yang aman, damai, dan tertib. Kedua lembaga sepakat untuk memperkuat pertukaran informasi strategis, mempererat koordinasi operasional, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman kamtibmas di wilayah kepulauan Maluku.
“Maluku harus tarus biking bae. Basudara tarus biking bae. Binda dan Polda Maluku tarus biking bae”, tandas Kapolda. (Borqan_DR)








































