DutaRakyat.id,SBB— Kasus dugaan korupsi sektor pertambangan di Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) penanganannya terus melebar.
Setelah petinggi PT Gunung Makmur Indah (GMI) diperiksa, kini penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mulai menelusuri jalur distribusi material dengan memeriksa Direktur PT Berkat Samudera Lestari (BSL), M.J Leatemia.
Direktur PT. BSL ini mulai diperiksa sejak pagi pukul 09.30 WIT hingga siang hari masih berada di ruang penyidik untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Pemeriksaan ini menjadi indikasi bahwa aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada aspek perizinan, tetapi juga mendalami rantai logistik dari dugaan korupsi pengurusan perpanjangan IUP produksi marmer dan persetujuan RKAB batu gamping periode 2020–2025.
Sumber internal media ini di lingkup Kejati Maluku mengatakan bahwa keterlibatan PT. BSL dalam perkara ini berkaitan dengan penggunaan armada kapal milik perusahaan tersebut oleh PT. GMI untuk pengangkutan batu gamping.

“Perusahaan pelayaran ini disewa untuk distribusi material. Karena itu, penyelidik perlu menggali keterangan dari pihak terkait untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan dalam aktivitas tersebut,” ujar sumber, Rabu (15/4/2026).
Untuk diketahui, aktivitas pengiriman batu gamping oleh PT GMI telah berlangsung beberapa kali sepanjang tahun 2025. Salah satu pengiriman terbesar tercatat mencapai sekitar 8.000 ton yang dikirim ke wilayah Maluku Utara pada September 2025 menggunakan kapal milik PT BSL.
Keseluruhannya, pengiriman material telah dilakukan sedikitnya lima kali, yang kini menjadi bagian penting dalam pendalaman penyidikan, khususnya terkait legalitas, volume, kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses distribusi.
Langkah ini memperlihatkan strategi penyelidikan yang semakin komprehensif, bukan hanya berfokus pada dokumen perizinan, tetapi juga alur bisnis yang terlibat dalam kegiatan pertambangan tersebut.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejat Maluku, Ardy, mengaku belum menerima laporan resmi dari tim Pidana Khusus terkait pemeriksaan tersebut.
“Saya belum dapat informasi dari tim Pidsus. Nanti kalau sudah ada, akan saya sampaikan ke rekan-rekan media,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Penanganan kasus ini diperkirakan masih berlanjut, seiring upaya penyidik mengurai keterkaitan antar perusahaan dalam rantai aktivitas pertambangan yang tengah disorot. {Warang Borqan}







































